
Lampungjaya.news, Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar acara pembacaan Yasin dan tahlil untuk memperingati 40 hari wafatnya Drs. H. Tamanuri, M.M., bin Hakim Raja Hukum. Kegiatan tersebut berlangsung di Nuwa Agung, Rumah Dinas Jabatan Bupati Way Kanan, sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bersama atas jasa dan pengabdian almarhum bagi daerah. Senin (4/5/2026) malam.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Machiavelli Herman Tarmizi, para pejabat tinggi pratama, perwakilan instansi vertikal, para camat se-Kabupaten Way Kanan, serta pejabat administrator dan fungsional di lingkungan Pemkab Way Kanan. Hadir pula Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Kabupaten Way Kanan dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Way Kanan.
Dalam sambutannya, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum. Ia menilai Tamanuri sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam pembangunan daerah dan dikenal dekat dengan masyarakat.
“Bagi banyak orang, beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi juga seperti orang tua yang memberi teladan,” ujar Ayu.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Agung Ilmu Mangkunegara, mantan Bupati Lampung Utara periode 2014–2019 yang merupakan putra almarhum.
Bupati Ayu menegaskan bahwa nilai-nilai pengabdian, ketulusan, dan kerja keras yang diwariskan almarhum menjadi fondasi penting yang perlu dilanjutkan oleh seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Way Kanan ke depan.
Semasa hidupnya, Tamanuri dikenal sebagai tokoh dengan dedikasi tinggi di bidang pemerintahan dan politik. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Way Kanan selama dua periode hingga 2010, serta menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem di Komisi V yang membidangi infrastruktur hingga akhir hayatnya.
Tamanuri wafat pada 23 Maret 2026 di Rumah Sakit Royal Taruma. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang telah merasakan kontribusi dan kepemimpinannya.
Melalui kegiatan doa bersama ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap nilai-nilai keteladanan almarhum dapat terus menjadi inspirasi dalam melanjutkan pembangunan daerah, sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat. (smsi_LJ)


