Banyak di Isolasi Mandiri Pasien Positif Covid-19 di Tubaba, Ini Alasannya.
Spread the love

Lampungjaya.news, Tuba Barat – Nampaknya pasien yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Tulangbawang Barat semakin bertambah.

Saat ini pasien positif terpapar covid-19 menjadi 33 orang berdasarkan rilis laporan harian data kondisi warga masyarakat terkait kegiatan penanganan Covid-19. Selasa, 19 Januari 2021 di wilayah kabupaten Tulang bawang barat yang disampaikan kepala Dinas Kesehatan Tubaba Majril, S.Kep.,Ns.,MM ,Sebagai berikut.

  1. Jumlah pendatang lama : 7.334 org
  2. Jumlah pendatang baru : 9 org
  3. Jumlah total pendatang : 7.343 org
  4. Orang dalam pemantauan ( ODP) : 0 org
  5. Pasien dalam pengawasan (PDP)/ Suspect : 0 org
  6. Pasien Total konfirmasi positif (+) : 122 org
  7. Pasien positif (+) dirawat : 4 org
  8. Pasien Positif Isolasi Mandiri: 33 org
  9. Pasien Negatif (-)/selesai isolasi : 81 org
  10. Pasien positif (+) meninggal dunia : 4 org
  11. Orang Tanpa Gejala (OTG)/ Kontak Erat : 3 org
  12. ODP selesai pemantauan : 91 org
  13. OTG / Kontak Erat selesai pemantauan : 250 org

Dari data tersebut, banyak hal yang menjadi pertanyaan, seperti banyaknya pasien positif terpapar covid-19 di Tubaba yang dilakukan Isolasi Mandiri, mengapa alasan tersebut dan sejauh mana pemantauan dari pihak dinas kesehatan kabupaten Tulangbawang Barat?.

Saat di konfirmasi alasan dilakukan Isolasi Mandiri pasien covid-19 , Direktur Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Tubaba menjelaskan bahwa yang dilakukan sudah sesuai aturan.

“Penanganan yang dijalankan sudah sesuai dengan tatalaksana penanganan covid 19 rev 5 yg diterapkan dinkes tubaba. Kami mengikuti arahan dari dinkes,” kata Dr.Pramono saat di konfirmasi, Selasa(19/01/2020).

Saat disinggung dengan alasan apa sehingga pasien dilakukan Isolasi Mandiri, dirinya menjelaskan bahwa pasien yang dilakukan perawatan di rumah sakit merupakan pasien yang memang kondisinya tidak memungkinkan untuk di isolasi mandiri.

“Kalau langkah yang dilakukan rumah sakit, kami menangani pasien covid yg membutuhkan perawatan dirumah sakit, kami menerima rujukan dari tim puskesmas yang mengassasment pasien di wilayah, jadi menangani yang kondisi sedang sampai dengan berat, yang di isolasi yang ringan,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya juga menjelaskan semua pasien positif Corona yang selama ini dilakukan perawatan tidak ada yang di pungut biaya dari tahun 2020, tidak ada anggaran yang di keluarkan untuk biaya obat-obatan dan operasional bagi pasien covid-19.

“Gak ada biaya, gratis. Kami hanya menerima barang , menerima obat-obatan, semuanya diberikan Pemda coba tanya sama Dinkes, ranah mereka untuk biaya,”ucapnya.(Reki)