Buka Musrenbang Bahuga, Bupati Ayu Asalasiyah Tekankan Prioritas Pembangunan dan Kemandirian Daerah

Lampungjaya.news, Way Kanan – Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Bahuga Tahun 2026 yang digelar di Aula Kecamatan Bahuga, Senin (09/02/2026).

Musrenbang tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten Bidang Administrasi Umum, Inspektur Daerah, kepala perangkat daerah terkait, Camat Bahuga, para Kepala Kampung dan aparatur kampung, Tim Penggerak PKK Kecamatan Bahuga, Forum Anak Daerah, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menyampaikan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 serta pelaksanaan RPJMD Kabupaten Way Kanan Tahun 2025–2029.

“Musrenbang Kecamatan adalah ruang bersama untuk menyusun dan menyepakati arah pembangunan yang akan kita laksanakan pada tahun 2027,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa perencanaan yang disusun saat ini akan menjadi fondasi pembangunan Kabupaten Way Kanan dalam lima tahun ke depan. Oleh karena itu, seluruh usulan program dan kegiatan harus selaras dengan visi dan arah kebijakan pembangunan daerah.

Dalam forum tersebut, Bupati menyampaikan bahwa tema pembangunan Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 adalah Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan. Tema ini menjadi acuan utama dalam penyusunan program pembangunan di tingkat kecamatan dan kampung.

Untuk mendukung tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menetapkan lima prioritas pembangunan daerah, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas infrastruktur wilayah, penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital, serta pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan.

Bupati Ayu juga menyampaikan evaluasi capaian pembangunan Kecamatan Bahuga berdasarkan Indeks Desa Tahun 2025. Rata-rata nilai Indeks Desa Kecamatan Bahuga mencapai 83,55, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Indeks Desa Kabupaten Way Kanan sebesar 77,53. Mayoritas kampung di Kecamatan Bahuga telah berstatus Mandiri, dengan capaian tertinggi diraih Kampung Bumi Agung sebesar 90,07.

Meski demikian, Bupati mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak berpuas diri. Ia menilai masih terdapat tantangan pada dimensi lingkungan dan aksesibilitas yang memerlukan perhatian serta intervensi lebih lanjut.

Dalam arahannya, Bupati mendorong kampung-kampung di Kecamatan Bahuga untuk mulai melakukan hilirisasi komoditas pertanian, tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, guna meningkatkan nilai tambah ekonomi dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Selain itu, Bupati menginstruksikan aparatur kampung dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan melakukan gotong royong normalisasi saluran drainase serta mengoptimalkan fungsi embung desa. Ia juga mengajak masyarakat menggalakkan kembali gerakan penanaman pohon sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan di tengah perubahan iklim.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memaparkan kondisi fiskal daerah yang masih sangat bergantung pada pendapatan transfer dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Pada Tahun 2026, pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp164 miliar akibat kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan memprioritaskan belanja wajib dan mengikat, serta terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat dan provinsi.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kita tetap berkomitmen menjaga pelayanan dasar masyarakat sekaligus mendorong kemandirian daerah,” tegas Bupati Ayu Asalasiyah. (smsi)