Lampungjaya.news, Liwa – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri Sekuting Terpadu, Rabu (15/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda sejak awal memasuki dunia pendidikan.
Dalam kegiatan itu, Partinia didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan disambut oleh dewan guru serta para siswa baru yang tengah mengikuti rangkaian MPLS.
Pada kesempatan tersebut, Partinia memberikan pembekalan kepada peserta didik mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, pemenuhan hak dan perlindungan anak, serta pencegahan pernikahan usia dini.
Menurutnya, MPLS tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter positif kepada para siswa sejak hari pertama mereka menempuh pendidikan.
“Melalui MPLS ini, anak-anak diharapkan bisa secepatnya memahami lingkungan sekolah mereka. Masa orientasi ini menjadi momentum penting untuk memberikan arahan mengenai pembentukan karakter sejak awal,” ujar Partinia.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar. Menurutnya, penggunaan gawai harus mendapat perhatian serius dari orang tua maupun pihak sekolah agar benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana penunjang proses pembelajaran.
“Apabila sekolah mengizinkan siswa membawa handphone, maka penggunaannya harus sesuai fungsinya, yakni untuk mendukung kegiatan belajar,” katanya.
Selain itu, Partinia turut mengampanyekan pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Ia menegaskan bahwa membangun rumah tangga memerlukan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sehingga pernikahan anak harus dicegah secara bersama-sama.
Menurutnya, masih banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini, mulai dari belum terpenuhinya hak-hak dasar anak, tekanan ekonomi, hingga pengaruh pergaulan bebas dan penggunaan media sosial yang tidak bijak. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan anak putus sekolah serta meningkatkan risiko stunting.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga dan sekolah, untuk bersinergi memberikan pendampingan dan edukasi kepada anak-anak agar mampu mengambil keputusan terbaik demi masa depan mereka.
Di akhir arahannya, Partinia berharap seluruh peserta didik dapat memanfaatkan masa sekolah sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, menjaga akhlak, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
“Saya berharap melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah dengan baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta tumbuh menjadi generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan MPLS tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama TP PKK berharap mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika digital, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan dengan tetap menjunjung nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial. (Ipung)
