Lampungjaya.news | Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD) memberikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung atas langkah cepat dalam mengantisipasi ancaman kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino berintensitas tinggi atau yang dikenal sebagai El Nino Godzilla.
Salah satu upaya yang mendapat perhatian adalah program penyediaan bantuan sarana dan prasarana air bersih bagi masyarakat yang berpotensi mengalami krisis air di sejumlah wilayah Provinsi Lampung.
Ketua Umum DPP KAMPUD, Seno Aji, S.Sos., S.H., M.H., mengatakan kebijakan BPBD Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Rudy Syawal Sugiarto, S.E., M.H. merupakan langkah mitigasi yang tepat dalam meminimalkan risiko bencana kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Langkah cepat BPBD Provinsi Lampung melalui program bantuan sarana dan prasarana air bersih patut diapresiasi.
Program ini merupakan implementasi nyata amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh,” ujar Seno Aji dalam keterangan persnya, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, program tersebut juga mencerminkan penyelenggaraan pemerintahan yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Seno Aji menilai BPBD Provinsi Lampung telah menjalankan seluruh proses pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku. Perencanaan kegiatan dipublikasikan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, sementara pemilihan penyedia dilakukan menggunakan mekanisme e-purchasing sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 mengenai Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
“Hal tersebut menunjukkan bahwa program bantuan air bersih dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Seluruh tahapan telah mengikuti mekanisme yang berlaku sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain mengapresiasi program bantuan air bersih, DPP KAMPUD juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung berbagai program strategis BPBD Provinsi Lampung, termasuk penguatan Program Desa Tangguh Bencana (Destagana) melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas kebencanaan.
Menurut Seno Aji, sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kapasitas desa menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Kolaborasi melalui Program Destagana diyakini mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali potensi bencana, memperkuat kesiapsiagaan, serta membangun kemandirian desa menghadapi kondisi darurat, termasuk ancaman kemarau ekstrem,” katanya.
Sebelumnya, Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa penyediaan bantuan sarana dan prasarana air bersih telah dipetakan ke sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Distribusi dilakukan dengan melibatkan penyedia di masing-masing wilayah agar proses penyaluran berlangsung lebih cepat, efektif, dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Wahyu, fokus utama BPBD adalah memastikan seluruh program penanggulangan kekeringan berjalan sesuai ketentuan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Dengan langkah mitigasi yang dipersiapkan sejak dini, diharapkan dampak kemarau ekstrem di Provinsi Lampung dapat ditekan semaksimal mungkin. (LJ)
