Dua Srikandi Turun ke Pelosok, Menjemput Asa Pendidikan Mesuji

Lampungjaya.news, Mesuji – Tak ada sekat ruang rapat atau dinginnya pendingin udara. Bupati Mesuji Hj. Elfianah, SE bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Fittrya Sari memilih berjalan langsung menyusuri sekolah-sekolah di pelosok Bumi Ragab Begawe Caram.

Dari satu sekolah ke sekolah lain, keduanya hadir bukan sekadar meninjau, tetapi menyapa hangat para guru, mendengar cerita, hingga duduk bersama siswa di bangku kayu yang sederhana.

“Melihat langsung senyum anak-anak di pelosok dan berjabat tangan dengan para guru di garis depan adalah energi utama kami.

Langkah ini menjadi bukti bahwa program sekolah untuk semua tidak berhenti sebagai wacana. Bupati Elfianah memastikan arah kebijakan dan anggaran pendidikan tepat sasaran,” ujar Bupati Elfianah di sela kunjungannya.

Sementara Fittrya Sari mengawal pelaksanaan teknis di lapangan, dari penyaluran bantuan hingga pendampingan sekolah.

“Sinergi kami sederhana, pastikan setiap bantuan tersalurkan, setiap sekolah diperhatikan, dan tidak ada lagi anak Mesuji yang putus sekolah karena kendala biaya,” tegas Fittrya.

Kehadiran dua pemimpin perempuan ini menjadi suntikan semangat bagi para guru di garis depan. Dalam suasana yang cair, para pendidik leluasa menyampaikan kondisi nyata di lapangan—mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kisah siswa yang hampir putus sekolah karena harus membantu orang tua di ladang.

Dari dialog sederhana itu, solusi pun bergerak cepat. Bantuan seragam disalurkan, perbaikan sekolah mulai dijadwalkan, hingga beasiswa diberikan bagi siswa yang membutuhkan.

“Bagi kami, kebahagiaan terbesar adalah melihat anak-anak Mesuji bisa sekolah dengan nyaman, punya cita-cita tinggi, dan kelak membanggakan orang tuanya,” tutur Bupati Elfianah.

“Pendidikan ini kita bangun bersama, untuk masa depan anak-anak kita.”

Di tanah Bumi Ragab Begawe Caram, pendidikan kini terasa lebih dekat—hadir lewat ketulusan dan langkah nyata. Ketika pemimpin memilih turun tangan, bukan sekadar memberi arahan, pendidikan pun menjelma menjadi gerakan hati. (Mihsan)