Inpres Jalan Daerah Dimulai, Harapan Baru Mengalir di Semaka

Lampungjaya.news, Tanggamus – Pagi di Kecamatan Semaka, Kabupaten Kabupaten Tanggamus, tak lagi sekadar diisi lalu lalang kendaraan yang tersendat debu. Deru mesin alat berat dan hamparan material yang tersusun rapi di sepanjang ruas jalan menjadi penanda dimulainya perubahan. Bagi warga, itu bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan jawaban atas penantian panjang yang nyaris pupus. Sabtu (14/02/2026).

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), lewat Balai Pelaksana Jalan Nasional, mulai mengerjakan Ruas Jalan Preservasi Sedayu–Sukaraja–Kanoman.

Proyek sepanjang kurang lebih 2.680 meter ini dibangun dengan konstruksi rigid beton, ditujukan untuk menguatkan akses transportasi sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi warga yang selama ini tersendat akibat kondisi jalan rusak.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Suci Karya Budi Nusa (SUBANUS) dengan nilai kontrak sebesar Rp15.485.999.000. Anggaran bersumber dari APBN melalui skema RPM MYC 2025–2026, sebagai tindak lanjut program Inpres Jalan Daerah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Penantian Panjang dari Forum Musrenbang

Bagi masyarakat Pekon Kanoman, pembangunan ini adalah klimaks dari perjuangan yang tak sebentar. Seorang tokoh muda setempat mengisahkan bagaimana usulan perbaikan jalan hampir selalu menjadi agenda utama dalam forum Musrenbang setiap tahun.

“Sudah lama sekali kami menantikan ini. Setiap Musrenbang, jalan ini selalu jadi prioritas. Tapi bertahun-tahun tidak terealisasi. Jujur, kami sempat hampir putus asa,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada anggota DPR RI asal Lampung, Mukhlis Basri, yang dinilai konsisten mengawal aspirasi warga hingga ke tingkat pusat.

“Terima kasih kepada Bapak Mukhlis Basri yang telah memperjuangkan suara kami,” tambahnya.

“Tak Lagi Bergoyang Tanpa Musik”

Rasa syukur juga diungkapkan warga senior Kanoman. Dengan nada berkelakar, ia mengenang kondisi jalan sebelumnya yang penuh lubang dan kerikil tajam.

“Dulu kalau lewat sini, kendaraan itu ‘bergoyang’ tanpa diiringi musik. Jalan hancur, debu di mana-mana. Sekarang kami lihat harapan itu sudah mulai nyata,” katanya.

Ucapan terima kasih pun ia sampaikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai telah memberi perhatian terhadap infrastruktur di daerah.

“Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Presiden. Akhirnya keluhan masyarakat Semaka didengar,” tuturnya.

Menjaga Mutu, Merawat Sinergi

Di tengah antusiasme, harapan besar disematkan pada kualitas pengerjaan proyek. Warga berharap pelaksana memastikan standar teknis terpenuhi mulai dari campuran beton hingga presisi hamparan agar jalan yang dibangun benar-benar kokoh dan berumur panjang.

Selain itu, dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting. Jika terdapat pelebaran atau penyesuaian lahan, warga diharapkan dapat bersinergi demi kelancaran pekerjaan. Setiap jengkal tanah yang dilepas bukan sekadar ruang fisik, melainkan investasi bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi generasi mendatang.

Pembangunan ruas Sedayu–Sukaraja–Kanoman bukan hanya tentang beton dan anggaran miliaran rupiah. Ia adalah tentang akses petani membawa hasil panen, anak-anak menuju sekolah dengan lebih aman, serta roda ekonomi desa yang kembali berputar tanpa terhambat jalan rusak.

Di Semaka, jalan yang mulai dicor hari ini adalah simbol bahwa harapan, jika terus diperjuangkan, pada akhirnya menemukan jalannya. (Rizal)