Banjir terjadi di kawasan permukiman padat penduduk yang berada di sekitar bantaran sungai. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter pada malam hari, sebelum berangsur surut menjadi setengah meter pada siang harinya.
Salah seorang warga terdampak, angkut, mengungkapkan bahwa banjir tersebut merupakan kejadian ketiga kalinya sepanjang tahun ini. Akibat banjir, sejumlah barang berharga miliknya mengalami kerusakan parah.
“Sudah habis rusak terkena banjir, Pak. TV, kulkas, kasur, sampai kompor gas tidak bisa dipakai lagi,” ujar angkut dengan nada haru.
Menurut warga, luapan Sungai Way Umban kerap terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam waktu lama. Kondisi ini diperparah dengan permukiman warga yang berada dekat aliran sungai.
Warga Kelurahan Cempedak berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menangani banjir yang terus berulang, baik melalui penanganan sungai maupun bantuan bagi warga terdampak.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa peduli dan membantu kami agar banjir seperti ini tidak terus terulang,” tambah Angkut. (san)