Lampungjaya.news | Bandar Lampung – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terus membuka ruang bagi pengembangan usaha dan investasi di sektor perikanan dan kelautan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah usaha tambak yang dinilai memiliki potensi besar untuk ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Namun, pengembangan sektor tersebut tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah menegaskan bahwa aspek legalitas, tata ruang, infrastruktur, lingkungan, serta kepentingan masyarakat harus berjalan beriringan.
Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama Perkumpulan Petambak Pesisir Barat Tahun 2026 di Rumah Kayu, Bandar Lampung, Senin (10/8/2026).
Mewakili Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., hadir bersama jajaran perangkat daerah. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha tambak yang menjalankan aktivitas usahanya di wilayah Pesisir Barat.
Turut hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kepala Bagian Hukum, serta Kepala Bagian Pemerintahan.
Perkumpulan Petambak Pesisir Barat merupakan wadah komunikasi para pelaku usaha tambak di daerah tersebut. Dalam pertemuan itu juga hadir KUB Juara yang menjadi kelompok usaha para pengusaha tambak yang telah menjalankan kegiatan usaha di Pesisir Barat.
Pertemuan tidak hanya membahas keberlangsungan usaha yang telah berjalan, tetapi juga peluang pengembangan sektor tambak ke depan.
Sejumlah persoalan turut dibahas, mulai dari dukungan pemerintah daerah, kebutuhan infrastruktur, tata kelola usaha, legalitas, hingga berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Mewakili Bupati Dedi Irawan, Sekda Tedi Zadmiko menegaskan bahwa Pemkab Pesisir Barat pada prinsipnya terbuka terhadap investasi dan pengembangan dunia usaha selama memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat.
Menurutnya, sektor tambak memiliki peluang untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi Pesisir Barat.
Pertumbuhan usaha tambak dinilai dapat memberikan efek berantai, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi, penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya berbagai sektor pendukung di sekitar kawasan usaha.
Namun, peluang tersebut harus dibarengi dengan tata kelola yang baik.
“Aspek legalitas, tata ruang, infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta kepentingan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Tedi.
Pemkab Pesisir Barat menekankan bahwa pengembangan investasi harus tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.
Artinya, peluang ekonomi yang muncul dari sektor tambak harus berjalan seiring dengan kepastian legalitas usaha dan lahan, kesesuaian tata ruang, serta perlindungan terhadap lingkungan sekitar.
Pemerintah daerah juga menilai komunikasi yang intensif antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mencegah munculnya persoalan di kemudian hari.
“Pemerintah daerah dan para pelaku usaha perlu terus membangun komunikasi dan koordinasi. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama,” kata Sekda.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.
Pemkab berharap keberadaan usaha tambak tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan aktivitas ekonomi, serta tumbuhnya usaha pendukung menjadi bagian dari manfaat yang diharapkan dapat muncul dari berkembangnya sektor tersebut.
Di sisi lain, kelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian utama. Pengembangan tambak diharapkan dilakukan secara terencana sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem maupun kehidupan masyarakat di sekitar kawasan usaha.
Dengan demikian, sinergi antara Pemkab Pesisir Barat dan Perkumpulan Petambak Pesisir Barat diarahkan untuk membangun sektor tambak yang legal, produktif, tertata, dan berkelanjutan.
Bagi Pesisir Barat, sektor perikanan dan kelautan merupakan bagian dari potensi ekonomi daerah yang masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus membuka ruang dialog dengan dunia usaha sekaligus memastikan setiap investasi berjalan sesuai regulasi. (Ipung)
