Lampungjaya.news, Krui – Upaya memperkuat pemberdayaan keluarga dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas terus didorong di Kabupaten Pesisir Barat. Ketua Umum TP-PKK setempat, Dian Hardiyanti Dedi, S.St., M.M., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang digelar di Aula Sunset Beach, Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kementerian Agama, para camat, hingga perwakilan peratin dari seluruh kecamatan di Pesisir Barat. Turut hadir sebagai narasumber Dr. Asrin, S.Kep., M.M., dan Ir. Amir Mahmudin Hasan, M.M., yang memberikan pemaparan terkait implementasi program RBI di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Dian Hardiyanti menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Ia menilai, sinergi antara TP-PKK dan Ruang Bersama Indonesia menjadi langkah strategis untuk menghadirkan program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan RBI diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi masyarakat, khususnya keluarga, dalam memperoleh ruang belajar, pengembangan kreativitas, serta peluang peningkatan ekonomi.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara TP-PKK dan RBI mencakup berbagai aspek penting, di antaranya penguatan ekonomi kreatif, pengembangan UMKM lokal berbasis komunitas, serta penyediaan akses pelatihan keterampilan bagi kader PKK dan generasi muda. Selain itu, fasilitas bersama yang diinisiasi RBI juga akan dimanfaatkan sebagai ruang diskusi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, kegiatan sosialisasi turut memberikan pemahaman teknis kepada peserta mengenai mekanisme akses program RBI. Program ini nantinya akan terintegrasi dengan berbagai kegiatan yang telah berjalan, seperti posyandu, kelompok dasawisma, serta program-program rutin PKK.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat optimistis dapat mempercepat pembangunan sumber daya manusia sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di tengah dinamika pembangunan daerah. (Ipung)
