Mengemban Amanah, Sulpakar Hanya Bisa Kerja Tak Peduli Kapan Masanya Berakhir
Spread the love

Lampungjaya.news, Mesuji – Dar, der, dor,, riuh suara petasan di bulan Ramadhan yang terpercik dari tangan mungil si anak desa, seolah menjadi menu rutin untuk singgah di telinga. Berderu dengan percikan bunga api dan asap, seakan menyapa teriakan riang dari para bocah di seantero Nusantara.

Mungkin? Hal itulah dirasakan oleh sosok Super Hero yang kini sedang menjabat sebagai Pj Bupati Mesuji.

Dia, Sulpakar namanya, lahir pada 5 Februari 1969 di Desa Kebun Dalam, yang kini sedang asik memimpin dan menjadi panutan di Negeri Kabupaten Mesuji berjuluk ‘Bumi Ragab Begawe Caram’.

Ibarat pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Kalau sudah ada rasa tidak suka dan sakit pada hati, apapun yang dilakukan orang pasti salah. Itulah realita hidup.

Walau anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu, ‘ini tanggungjawab ku, kau urus saja bahagia mu’.

Seperti yang diungkap kan Sulpakar ketika mentari pagi perlahan mulai menampakkan cahaya di pelataran teras rumah dinasnya.

Iya menegaskan, saat ini dirinya sedang mengemban tugas sesuai Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri 2022 Nomor 131.18-12.29 Tahun 2022 tentang Pengangkatan Bupati Pringsewu, Mesuji, Tulang Bawang Barat melalui perpanjangan tangan Gubernur Lampung Arinal Junaidi menjadi Penjabat Kepala Daerah di Kabupaten Mesuji, untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Selaku orang yang sedang melaksanakan tugas sebagai Kepala daerah, dirinya tidak pernah memandang dan memilah kelompok-kelompok tertentu, semua sama, karena mereka adalah rakyat Mesuji yang harus dibangun dan di majukan.

“Saya telah melakukan suatu gerakan bersama OPD dan teman-teman DPR yang mempunyai rasa cinta terhadap Kabupaten Mesuji.

Saya tidak pernah berpikir kapan saya akan berakhir. Yang saya pikirkan apa yang seharusnya dikerjakan dan lakukan hari ini. Dan itu terlihat hasilnya. Masalah kapan saya selesai, itu terserah pimpinan,” kutipnya.

Terkait itu, ia meminta kepada seluruh lapisan elemen untuk membuka mata, pikiran dan hati.
Karena, sejak dirinya bertugas sudah ada beberapa program pembangunan yang dilakukan dengan memfasilitasi dana-dana APBN diluar struktur dana APBD setempat.

Sebagai contoh, dengan adanya jalan impres, pembangunan abrasi di Rawajitu, jaringan arus listrik untuk keluarga tidak mampu, dan adanya pemasangan tower telkom sebagai sarana telekomunikasi serta masih banyak hal-hal lain yang sudah dilakukan diluar struktur APBD.

Kemudian, kata dia, dirinya juga berupaya memfasilitasi pembangunan di Mesuji dengan dana APBD Provinsi untuk melanjutkan pembangunan jalan rigit beton menuju Desa Tua Wiralaga.

“Alhamdulillah, pembangunan ini hanya kurang 4,8 kilo. Artinya sudah tidak banyak lagi tugas provinsi untuk membangun. Dan ini kita fasilitasi dengan menghadirkan Gubernur untuk melihat secara langsung, karena ini tugas yang harus saya emban,” terang Sulpakar.

Sementara, “Untuk APBD kabupaten dalam waktu secepat-cepatnya saya kejar dan saya tingkatkan, Alhamdulillah di tahun 2023 tembus 1 trilliun 85 milliar, ini kerja bagaimana kita melakukan pendekatan pada semua pihak baik dipusat maupun swasta agar ikut berpartisipasi mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Mesuji yang berorientasi ke rakyat supaya lebih maju, bukan kelompok atau golongan tertentu,” jelasnya.

Kemudian dalam menghadapi inflasi, bukan hanya melalui dana APBN, APBD tapi keikhlasan dari pihak swasta juga ikut berpartisipasi melakukan pasar murah.

“Alhamdulillah, sekarang sedang guyub kita melakukan hal itu, terutama menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti saat bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru kita lakukan bersama-sama swasta. Dan ini luar biasa kita bangkitkan itu,” bebernya.

Dan di tahun 2024, tambahnya, pemerintah setempat banyak mengutamakan kepentingan rakyat, seperti Desa Sungai Cambai, semua rumah di bantaran sungai yang tidak layak huni dan rumah tangga yang belum punya rumah akan di bantukan.

“Kedepan kita akan bangun rumah sakit besar di Rawajitu Utara, jadi semua fasilitas infrastruktur dari jalan, kesehatan, ekonomi, pendidikan sudah kita lakukan semua.

Dan inilah yang kita butuhkan seorang pemimpin yang mampu melakukan ini secara profesional melalui pendekatan dan kemampuan keilmuan yang di miliki.

Bukan secara emosional, bukan secara pemecah belah, atau secara ego sektoralnya yang ia munculkan, tetapi harus profesional dalam melakukan upaya percepatan dalam pembangunan, yang memikirkan dan berpihak kepada rakyat.

Itulah yang saya pikirkan dan apa yang seharusnya dikerjakan. Masalah kapan saya selesai, itu terserah pimpinan yang menugaskan,”tutup Sulpakar. (*/ande)