Lampungjaya.news, Krui – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Kementerian Sosial RI. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Krui Selatan, Sabtu (6/6/2026).
Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Pesisir Barat, Armand Achyuni, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut perwakilan Sentra Terpadu Inten Soeweno Kementerian Sosial RI, Robbin Saputra, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos PPPAKB) Pesisir Barat, Irhamuddin, Camat Krui Selatan Akhmad Firsada Indah, serta masyarakat penerima manfaat dari berbagai kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Plh. Sekda Armand Achyuni menegaskan bahwa Pemkab Pesisir Barat terus berupaya menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, anak yatim piatu, serta warga yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial.
Menurutnya, upaya mewujudkan keadilan sosial tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI, khususnya Sentra Terpadu Inten Soeweno, yang terus memberikan perhatian kepada masyarakat kami. Kehadiran program ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi warga yang membutuhkan,” ujar Armand.
Ia menjelaskan, bantuan ATENSI yang disalurkan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi wujud kepedulian negara dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat agar dapat menjalani kehidupan yang lebih layak dan mandiri.
Dalam program tersebut, berbagai jenis bantuan diberikan sesuai kebutuhan penerima manfaat, mulai dari alat bantu aksesibilitas seperti kursi roda dan tongkat, perlengkapan kamar dan dapur, perlengkapan sekolah, hingga bantuan modal usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Armand berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat kemandirian.
“Jangan melihat bantuan ini semata dari nilai materinya. Jadikan bantuan ini sebagai penyemangat untuk terus bangkit, berdaya, dan mandiri dalam menjalani kehidupan,” pesannya kepada para penerima manfaat.
Selain itu, ia juga menginstruksikan kepada Dinsos PPPAKB serta instansi terkait untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap proses penyaluran bantuan agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan tanpa adanya potongan dalam bentuk apa pun.
Pemkab Pesisir Barat juga berharap sinergi yang telah terjalin dengan Sentra Terpadu Inten Soeweno dapat terus diperkuat sehingga program-program perlindungan sosial serupa dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di masa mendatang.
Penyaluran bantuan sosial ATENSI tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial, sekaligus memastikan kelompok rentan memperoleh akses terhadap bantuan dan layanan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. (Ipung)
