Lampungjaya.mews, Krui – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terus mendorong pelestarian budaya lokal yang berpadu dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Senam Krui Bebakhong yang digelar di Lamban Juang, Pekon Rawas, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan itu secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dra. Henny Yulistiani, M.M., mewakili Bupati Pesisir Barat. Turut hadir Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi, S.ST., M.M., Wakil Ketua Perwosi Dea Derika Topani, S.H., M.Kn., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SMP se-Pesisir Barat, serta peserta dari OPD, puskesmas, kecamatan, pekon, dan sekolah.
Dalam sambutannya, Ketua Perwosi Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi momentum penting karena Senam Krui Bebakhong merupakan senam baru yang untuk pertama kalinya diperkenalkan dan akan segera diluncurkan di Kabupaten Pesisir Barat.
Menurutnya, Senam Krui Bebakhong tidak hanya menghadirkan gerakan olahraga semata, tetapi juga menjadi simbol identitas daerah yang sarat semangat kebersamaan dan nilai budaya lokal.
“Ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga upaya memperkenalkan identitas dan kekhasan Pesisir Barat melalui aktivitas yang sehat, energik, dan membangun kebersamaan,” ujarnya.
Ia berharap senam tersebut nantinya mampu menjadi ikon kebanggaan masyarakat Pesisir Barat, khususnya generasi muda, sekaligus dikenal lebih luas hingga ke luar daerah.
Dian juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan penuh antusias agar dapat menjadi pelopor hidup sehat dan penggerak olahraga di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati Pesisir Barat yang dibacakan Staf Ahli Bupati Dra. Henny Yulistiani, M.M., ditegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam melestarikan budaya lokal melalui olahraga yang menyehatkan dan mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Senam Krui Bebakhong bukan hanya sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya daerah yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan bersama,” kata Henny.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat hingga tingkat pekon. (Ipung)
