Perayaan Nyepi Tahun Saka 1946, Kapolres AKBP Pratomo Widodo Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi Antar Umat Beragama
Spread the love

Lampungjaya.news, Way Kanan – Polres Way Kanan melaksanakan pengamanan ribuan umat hindu berkumpul mengikuti pawai ogoh – ogoh dalam perayaan Nyepi Tahun Saka 1946 di jalan AK. Gani sepanjang Bali sadhar Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Senin (11/03/2024).

Kegiatan dihadiri oleh Kapolres Way Kanan AKBP Pratomo Widodo, anggota DPRD Kabupaten Way Kanan I Nyoman Karinu, Komisioner KPU I Gede Klipz Darmaja, Kasat Binmas Polres Way Kanan AKP Burhannuddin, Ketua PHDI Kecamatan Banjit Wayan Lameg, Kakam Bali Sadhar Utara I Ketut Renu Astika, tokoh agama Jro Gede Adnyana, personel TNI, Polres Way Kanan dan Polsek Banjit. Kapolres Way Kanan AKBP Pratomo Widodo melalui PS.

Kasihhumas Ipda Mukhtiar menyampaikan, terhadap seluruh umat hindu yang hadir bahwa kami (Kepolsian) dalam hal ini telah menyiapkan pengamanan pada kegiatan pawai ogoh – ogoh rangkaian hari raya Nyepi 2024 di Wilayah Kabupaten Way Kanan untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bersama sama menjaga kamtibmas dalam melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah yang sedang dilakukan.

Lanjutnya, pihaknya juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat setempat beserta masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing dengan saling menghormati, meningkatkan toleransi dan menghargai antarumat beragama, supaya pawai ogoh-ogoh ini tidak diwarnai kekerasan atau tindak pidana.

Setelah itu, Kapolres mengunjungi Balai Adat Dusun Madia Agung Kampung Bali Sadhar Utara sekaligus menyapa seluruh umat hindu yang hadir dan Kapolres berdoa semoga pelaksanaan rangkaian hari Nyepi Tahun Saka 1946 berjalan aman dan lancar.

Sementara Ketua PHDI mengucapkan terimakasih atas kedatangan bapak Kapolres Way Kanan pada kegiatan pawai ogoh – ogoh di Kecamatan Banjit,” Ujarnya.

Sambungnya jumlah ogoh ogoh yang ada di Kampung Bali Sadhar Utara berjumlah 24 dan pusat pertemuan ogoh – ogoh di adakan di Bali Sadhar Tengah tepatnya di pertigaan kearah Kecamatan kasui.

Menurutnya rangkaian kegiatan yang akan di laksanakan dari hari ini sampai besok mulai dari melasti yang artinya pembersihan alam semesta dan diri, dilanjutkan penggurupukan ogoh – ogoh, yang ogoh – ogoh sendiri merupakan simbol dari ketidak baikan yang ada pada diri manusia.

Selanjutnya pelaksanaan nyepi yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2024 sendiri dilaksanakan untuk introspeksi diri agar menjadi lebih baik, “ungkapnya. (*/smsi_wk)