Peringati Hari Kesehatan ke 55, Adipati Berikan 3 Kendaraan Operasional.

Lampungjaya.net, Way Kanan – Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya, menjadi inspektur upacara Mingguan dan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 55, tingkat Kabupaten, Senin (18/11), bertempat di lapangan Pemkab setempat.

Dalam apel tersebut Adipati juga menyerahkan, 1 Unit Mobil Damkar Ke Pol PP, 1 Unit Truck Sampah Ke Dinas LH dan 1 Unit Truck Multi Guna Ke Bagian Umum.

Dalam sambutan tertulisnya Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto yang dibacakan Adipati Surya mengatakan, Berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan SDM telah diraih dari kinerja kabinet lalu yang ditandai dengan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia setiap tahun, dimana salah satu parameter yang diukur adalah Usia Harapan Hidup isu-isu strategis telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan, antara lain dengan menurunnya angka kematian ibu dan anak, menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka TB.

Dalam kurun waktu 5 tahun angka Stunting telah berhasil diturunkan hampir 10 %. Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN telah dilaksanakan sepenuhnya. “Walaupun besar tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan JKN ini, peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti bahwa JKN sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.” Kata Adipati.

Pada lima tahun masa tugas Kabinet Indonesia Kerja 2015-2019, pembangunan kesehatan telah memperjuangkan tiga pilar yaitu paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan, dan penyediaan biaya Jaminan Kesehatan Nasional.

Yakni dengan mengusung kegiatan promotif dan preventif, melalui beberapa program unggulan bidang kesehatan.

Seperti Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, PIS-PK atau Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, dan NS atau Nusantara sehat.

Pembangunan kesehatan lanjut Adipati, untuk di daerah serta pemanfaatan anggaran harus dilaksanakan dan dikelola secara baik benar dan bertanggung jawab, akuntabel, transparan serta dengan sistem monitoring evaluasi yang ketat,
” dalam perspektif saat ini pembangunan kesehatan menekankan dua penguatan, yaitu optimalisasi inovasi layanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan. Optimalisasi inovasi layanan kesehatan dimaksudkan untuk meng-efisiensikan tindakan-tindakan yang mahal dengan mengoptimalkan inovasi pelayanan kesehatan dan penyediaan obat dan alat kesehatan produk lokal dalam negeri tanpa mengurangi kualitas dan mutu,” tegas Adipati.

Sementara harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan terkait konektivitas antar kementerian dan lembaga, lintas sektor maupun unit-unit kerja lintas program terkait lebih ditingkatkan, agar tidak terjadi tumpang tindih, sehingga fokus pada pemecahan masalah kesehatan, tentu semua itu membutuhkan dedikasi dan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam sektor kesehatan di tingkat pusat dan daerah.(red)