Lampungjaya.news | Way Kanan – Upaya memperkuat sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di Kabupaten Way Kanan.
Salah satunya melalui kunjungan studi strategis Perwira Siswa (Pasis) Seskoad Dikreg LXVIII Tahun 2026 ke Mapolres Way Kanan, Senin (31/8/2026).
Sebanyak 15 Pasis Seskoad yang didampingi Perwira Pendamping Kolonel Arm Suharyanto tersebut diterima langsung oleh Kapolres Way Kanan AKBP Ramadhona.
Kegiatan turut dihadiri Dandim 0427/Way Kanan Letkol Arm Sigit Windarto, para Pejabat Utama Polres Way Kanan, serta personel Kodim 0427/Way Kanan.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai persoalan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Way Kanan. Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Selain Karhutla, diskusi juga membahas sejumlah isu strategis lainnya yang berkaitan dengan stabilitas keamanan daerah serta penguatan koordinasi antarlembaga.
Kapolres Way Kanan AKBP Ramadhona menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, sekaligus terus memperkuat sinergitas TNI-Polri serta seluruh elemen terkait dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ungkapnya.
Menurutnya, penanganan berbagai persoalan daerah, termasuk potensi Karhutla, membutuhkan kerja sama yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.
Kunjungan studi strategis Pasis Seskoad tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda diskusi, tetapi mampu menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan untuk menjawab berbagai tantangan keamanan di daerah.
Dandim 0427/Way Kanan Letkol Arm Sigit Windarto berharap pertukaran informasi dan pengalaman dalam kegiatan tersebut dapat melahirkan berbagai solusi konkret, khususnya dalam memperkuat Kamtibmas dan penanggulangan Karhutla secara terpadu.
Sinergi antara TNI dan Polri, kata dia, perlu terus diperkuat dengan melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana.
Dengan kolaborasi yang semakin solid, Kabupaten Way Kanan diharapkan memiliki kesiapsiagaan yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman Karhutla sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga stabilitas daerah dan mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif di Bumi Ramik Ragom. (SMSI_LJ)
