
Lampungjaya.news, Krui – Setahun sudah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Dedi Irawan dan Irawan Topani, berjalan. Momentum itu ditandai dengan kegiatan Refleksi Satu Tahun Pengabdian yang digelar di Lobby Teluk Stabas, Lantai 1 Gedung Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Rabu (18/2/2026).
Mengusung tema “Pemantapan Ekonomi Masyarakat dan Meningkatnya Kualitas SDM serta Meningkatnya Kualitas Infrastruktur”, kegiatan tersebut menjadi ajang laporan kinerja sekaligus evaluasi terbuka pemerintah daerah kepada publik.
Hadir dalam kegiatan itu jajaran Forkopimda, para kepala OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan Saibatin Marga, perwakilan Kemenag, hingga organisasi perempuan seperti Dharma Wanita Persatuan dan TP-PKK. Kebersamaan lintas unsur tersebut menjadi gambaran kolaborasi yang selama ini dibangun pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menegaskan bahwa refleksi satu tahun kepemimpinan bukan sekadar seremoni. Ia menyebut agenda tersebut sebagai bentuk komitmen menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sekaligus wujud transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
“Refleksi ini bukan hanya laporan capaian, tetapi juga ruang evaluasi, pembelajaran, dan penajaman arah pembangunan ke depan,” ujar Dedi.
Capaian dan Arah Pembangunan
Selama satu tahun masa pengabdian, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Pemerintah daerah terus mengarahkan kebijakan sesuai visi terwujudnya Pesisir Barat yang sejahtera, maju, mandiri, dan madani sebagai destinasi wisata terdepan.
Visi tersebut diterjemahkan dalam lima misi utama:
- penguatan infrastruktur berketahanan pangan dan tangguh bencana,
- Pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam dan ekonomi kerakyatan,
- Peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing,
- Penguatan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berbudaya,
- Serta tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Di sektor kesehatan, pemerintah menargetkan peningkatan status RSUD dari tipe D menjadi tipe C dengan operasional penuh pada 2026. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses dan mutu layanan kesehatan masyarakat tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Program “Pesisir Barat Menyala” juga menjadi sorotan. Hingga 2025, ratusan unit lampu penerangan jalan telah terpasang di berbagai titik strategis, dengan target 1.000 unit hingga 2030. Program ini tak hanya memperindah kawasan, tetapi juga meningkatkan keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.
Sementara itu, pembangunan akses jalan Way Heni–Way Haru beserta jembatan penghubung diproyeksikan membuka keterisolasian wilayah. Infrastruktur tersebut dinilai strategis dalam mempercepat distribusi hasil bumi dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Tantangan dan Komitmen Lanjutan
Meski berbagai capaian telah diraih, Dedi mengakui tantangan pembangunan ke depan masih kompleks. Keterbatasan fiskal daerah, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, hingga dinamika ekonomi dan sosial menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan terletak pada kolaborasi lintas sektor—mulai dari perangkat daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Refleksi ini menjadi momentum memperkuat sinergi dan menyusun langkah strategis agar pembangunan semakin terarah dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan masyarakat selama satu tahun terakhir. Ia berharap fondasi yang telah dibangun menjadi pijakan kokoh untuk lima tahun ke depan, demi mewujudkan Pesisir Barat yang semakin sejahtera dan berdaya saing. (Ipung)


