Lampungjaya.news | Kotabumi – Semangat menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat identitas desa mulai diwujudkan Pemerintah Desa Sukoharjo, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara.
Hal itu ditandai dengan Grand Opening Angkringan Pojok Desa sekaligus peresmian Tugu Garuda yang berada di kawasan Alun-alun Merah Putih, Desa Sukoharjo, Jumat malam (28/8/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Camat Abung Surakarta, Pirman, S.H., M.M., dan dihadiri jajaran kepala desa se-Kecamatan Abung Surakarta, perangkat desa, Karang Taruna, PKK, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Sukoharjo.
Suasana peresmian berlangsung meriah. Warga tampak antusias memadati kawasan Alun-alun Merah Putih sembari menikmati beragam kuliner yang tersedia di Angkringan Pojok Desa.
Lampu-lampu hias yang menghiasi kawasan tersebut turut menambah semarak suasana malam. Konsep lesehan yang dihadirkan membuat lokasi ini tidak hanya menjadi tempat menikmati kuliner, tetapi juga ruang berkumpul dan bersilaturahmi bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Abung Surakarta Pirman mengapresiasi inisiatif serta kerja keras Pemerintah Desa Sukoharjo bersama masyarakat dalam menghadirkan ruang ekonomi baru tersebut.
Menurutnya, Angkringan Pojok Desa yang dikelola melalui kolaborasi Pemerintah Desa, Karang Taruna, dan PKK merupakan langkah konkret untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
“Saya berharap dengan adanya angkringan ini, perekonomian masyarakat Desa Sukoharjo akan semakin maju dan berkembang. Ini adalah ruang baru bagi UMKM, bagi anak muda untuk berkreativitas, dan bagi warga untuk bersilaturahmi,” ujar Pirman.
Ia berharap keberadaan angkringan tersebut dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk sekaligus membuka ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan kreativitas dan kegiatan produktif.
Selain meresmikan Angkringan Pojok Desa, Camat Pirman juga meresmikan Tugu Garuda yang berdiri di tengah kawasan Alun-alun Merah Putih.
Keberadaan tugu tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ornamen kawasan, tetapi mampu menjadi simbol identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Desa Sukoharjo.
“Peresmian Tugu Garuda ini bukan hanya sekadar simbol. Ini adalah identitas. Semoga tugu ini menjadi ikon Desa Sukoharjo yang dapat menarik perhatian dan menjadi pusat kegiatan masyarakat,” tambahnya.
Dengan keberadaan Tugu Garuda dan Alun-alun Merah Putih, kawasan tersebut diharapkan semakin berkembang menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial maupun kegiatan kreatif.
Semangat gotong royong menjadi salah satu hal yang terlihat dalam peresmian kedua fasilitas tersebut. Pemerintah Desa Sukoharjo bersama Karang Taruna dan PKK terlibat dalam pengelolaan Angkringan Pojok Desa.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.
Tidak hanya berorientasi pada aktivitas kuliner, Angkringan Pojok Desa diharapkan dapat berkembang menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus wadah pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Ke depan, Desa Sukoharjo optimistis keberadaan Angkringan Pojok Desa dan Tugu Garuda dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat di Kabupaten Lampung Utara.
Jika dikelola secara konsisten dan melibatkan masyarakat secara luas, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif baru di Kecamatan Abung Surakarta.
Peresmian dua fasilitas tersebut pun menjadi langkah awal bagi Desa Sukoharjo untuk terus berbenah, memperkuat potensi lokal, serta menciptakan ruang yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Davi/LJ)
