Lampungjaya.news | Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat upaya penanggulangan dan percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Launching Website Peduli TB Lampung dan Pembentukan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) TB se-Provinsi Lampung Tahun 2026, yang digelar di Emersia Hotel & Resort, Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), serta diikuti pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pesisir Barat, Ir. Armand Achyuni, bersama sejumlah kepala perangkat daerah.
Di antaranya Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian M. Belly Oscar, S.H., M.H., Kepala Dinas Kesehatan Septono, S.K.M., M.M., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAKB) Irhamudin, S.K.M.
Keikutsertaan jajaran Pemkab Pesisir Barat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan program penanggulangan TBC di daerah sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa upaya penanggulangan TBC tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar target eliminasi TBC dapat diwujudkan.
Terlebih, TBC tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas karena proses pengobatannya membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Karena itu, percepatan penemuan dan penanganan kasus menjadi salah satu langkah penting dalam mengejar target eliminasi TBC pada 2030.
“Penanggulangan tuberkulosis bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan produktivitas masyarakat. Percepatan eliminasi TB harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Jihan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Website Peduli TB Lampung, yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
Platform digital tersebut dirancang sebagai sarana skrining awal yang dapat membantu masyarakat mengenali gejala maupun faktor risiko TBC secara lebih mudah.
Dengan adanya platform tersebut, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala atau memiliki faktor risiko TBC.
Pemanfaatan teknologi digital juga diharapkan mampu memperluas jangkauan deteksi dini dan mempercepat penemuan kasus TBC di berbagai wilayah Lampung.
Selain peluncuran Website Peduli TB Lampung, kegiatan juga dirangkaikan dengan Pembentukan KOPI TB se-Provinsi Lampung Tahun 2026.
KOPI TB diharapkan menjadi wadah kolaborasi berbagai organisasi profesi dalam memperkuat upaya penanggulangan TBC secara terpadu dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, deteksi dini, penemuan kasus, pendampingan pengobatan, hingga penguatan jejaring layanan kesehatan.
Penguatan kolaborasi lintas profesi dinilai penting mengingat penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga organisasi profesi, kader, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Pemkab Pesisir Barat menyatakan dukungannya terhadap berbagai langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat program penanggulangan TBC.
Melalui perangkat daerah terkait, koordinasi lintas sektor terus didorong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai TBC, memperluas akses deteksi dini, serta memastikan masyarakat yang terindikasi mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kebutuhan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030.
Dengan menggabungkan pemanfaatan teknologi digital, penguatan layanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor dan profesi, upaya penanggulangan TBC diharapkan dapat berjalan semakin efektif dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat pun berkomitmen untuk terus mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat serta mempercepat tercapainya eliminasi tuberkulosis di daerah. (Ipung)
