
Lampungjaya.news, Tubaba – Pemasangan tiang listrik beserta jaringan kabel di Tiyuh Margo Dadi, Kecamatan Tumijajar, khususnya di ruas Jalan Dua, menuai sorotan warga. Pasalnya, salah satu tiang listrik dilaporkan rubuh hanya beberapa jam setelah dipasang. Rabu, (14/01/2026).
Informasi yang dihimpun di lapangan, pemasangan tiang tersebut dilakukan pada pagi hari. Namun nahas, pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, tiang listrik itu roboh dan sempat mengganggu arus lalu lintas warga setempat. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap pekerjaan pemasangan tiang tersebut. Menurutnya, proses pengerjaan terkesan terburu-buru dan tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
“Kabel baru dipasang, tiangnya langsung rubuh. Katanya malam mau diperbaiki. Tiang itu rubuh dan ganggu lalu lintas. Pemasangannya asal jadi, ditanam di pinggir tebing disiring. Pasang pagi, siang sudah rubuh. Ini kan jadi tanda tanya besar,” ujarnya.
Warga tersebut juga menyebutkan bahwa saat kejadian, aliran listrik belum dialirkan. Kabel masih dalam tahap penarikan dari tiang induk menuju lokasi yang berjarak sekitar 200 meter dengan total empat tiang yang dipasang.
Selain soal keselamatan, muncul pula dugaan bahwa pemasangan tiang dan jaringan listrik tersebut berkaitan dengan rencana operasional sebuah pabrik penggilingan padi yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan belum beroperasi.
Ironisnya, beberapa tiang diketahui berdiri di halaman rumah warga tanpa adanya kejelasan terkait izin maupun kompensasi. Bahkan, disebutkan tidak semua pemilik lahan memberikan persetujuan.
“Ada warga yang mengizinkan, tapi ada juga yang belum. Tiang sudah berdiri di halaman rumah, tapi tidak ada kompensasi apa pun,” tambah warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab robohnya tiang listrik tersebut maupun prosedur pemasangan yang digunakan di lokasi.
Warga berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Peristiwa ini menambah daftar pertanyaan publik terkait pengawasan dan kualitas pekerjaan pemasangan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut. (Spr/J/team GWI TBB)


