Lampungjaya.news | Tubaba – Warga dan pengguna jalan di sekitar Perempatan Tugu Payung, Tiyuh Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), dibuat resah setelah sebuah kabel listrik putus diduga akibat tersangkut muatan tebu yang diangkut sebuah truk pada Kamis malam (13/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk tersebut diduga membawa muatan tebu dengan susunan yang cukup tinggi hingga melampaui batas aman kendaraan saat melintas di jalan umum.
Saat kendaraan melintas di kawasan tersebut, bagian atas muatan tebu diduga menyangkut kabel listrik yang melintang di atas badan jalan. Tarikan tersebut kemudian menyebabkan kabel putus dan jatuh berserakan di sekitar badan jalan.
Kondisi kabel yang terputus sempat menimbulkan kekhawatiran warga dan pengguna jalan. Pasalnya, kabel listrik yang jatuh ke badan jalan berpotensi membahayakan keselamatan apabila masih dialiri arus listrik.
Selain mengganggu aktivitas pengguna jalan, keberadaan kabel yang berserakan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas tanpa mengetahui kondisi tersebut.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti aktivitas kendaraan pengangkut tebu yang melintas di sejumlah ruas jalan wilayah Tubaba.
Muatan yang disusun terlalu tinggi tidak hanya berpotensi menyebabkan kerusakan terhadap fasilitas umum seperti jaringan kabel listrik, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan apabila muatan bergeser, terjatuh, atau kendaraan mengalami kecelakaan.
Masyarakat mempertanyakan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut tebu, terutama terkait ketentuan dimensi kendaraan dan tata cara pengangkutan muatan ketika melintas di jalan umum.
Jika kendaraan dengan muatan yang diduga melebihi batas aman masih bebas melintas tanpa pengawasan yang memadai, risiko terhadap keselamatan masyarakat dan fasilitas umum dinilai akan semakin besar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak hanya melakukan penanganan setelah terjadi insiden, tetapi juga memperkuat pengawasan dan penertiban secara rutin terhadap kendaraan pengangkut tebu.
Pengawasan dinilai penting untuk memastikan kendaraan yang melintas memenuhi ketentuan keselamatan, baik dari sisi ukuran, ketinggian muatan maupun tata cara pengangkutannya.
“Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru dilakukan penertiban,” menjadi kekhawatiran yang disampaikan masyarakat menyusul insiden tersebut.
Selain persoalan kendaraan angkutan, warga juga berharap pihak terkait segera memastikan jaringan listrik yang mengalami kerusakan telah diamankan dan diperbaiki sehingga tidak lagi menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Peristiwa kabel listrik putus akibat diduga tersangkut muatan kendaraan menjadi pengingat bahwa persoalan angkutan bermuatan berlebihan bukan sekadar menyangkut pelanggaran administrasi atau lalu lintas.
Ketika muatan kendaraan berpotensi menyentuh jaringan listrik yang melintang di atas jalan hingga menyebabkan kabel putus, dampaknya dapat langsung menyentuh keselamatan masyarakat.
Karena itu, pemerintah dan aparat terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap jalur-jalur yang kerap dilalui kendaraan pengangkut tebu serta memastikan seluruh kendaraan yang melintas memenuhi ketentuan yang berlaku.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari instansi terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan aktivitas angkutan tebu tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan maupun fasilitas umum. (Spr/Jhn)
