Spread the love

Lampungjaya.news, Liwa – Menjelang Ulang Tahun Lampung Barat Ke- 30 yang jatuh pada tanggal 24 September 2021 mendatang, masih ada cerita pilu bagi kawan-kawan media online. Seperti yang dikeluhkan oleh salah satu perwakilan kawan-kawan media online.

Ayep, mengatakan seharus nya di usia yang ke-30 Kabupaten Lampung Barat sudah cukup dewasa dalam mengambil suatu kebijakan. Tapi kenyataan nya di usia yang ke-30 bukan memberikan kesejahteraan bagi rekan-rekan media online, yang ada jurnalis media online jauh dari kesejahteraan.

“Ini realita jadi jurnalis media online di Kabupaten Lampung Barat. Sangat jauh dari kata sejahtera yang ada makin terpuruk,” ungkap nya, Sabtu (18/9/2021).

“Gimana tidak dikatakan makin terpuruk, lanjut Ayep, bentuk kerjasama dari pemerintah daerah melalui dinas kominfo yang merupakan corong pemerintah, sebagai mitra rekan-rekan media untuk mempublikasi pembagunan yang telah dicapai dan kegiatan Pemkab Lampung Barat.

Dari tahun ke tahun sangat buruk dan sangat miris. Selama satu tahun seorang jurnalis media online hanya diberi satu kali Advertorial dengan nominal nilai 2 juta per tahun, sedangkan untuk membayar kuota internet dan pulsa bagi seorang jurnalis media online lebih dari 50 ribu per Minggu.

“Jika hanya diberikan bayaran sekali Advetorial atau liputan khusus selama satu tahun, bisa dibayankan bagai mana nasib kami sebagi jurnalis media online, jangankan mau sejahtera yang ada beli kuota untuk satu tahu saja nombok 400 ribu,” keluh nya.

Sementara itu, Ipul yang merupakan salah satu jurnalis media online yang di bertugas di wilayah Lampung Barat, ikut mengaminkan. “Sungguh miris bekerja sebagai jurnalis media online di Kabupaten Lampung Barat jauh dari kata sejahtera. Untuk beli kuota internet saja kami nombok.

Tapi karena sudah hobi menulis dan tuntutan sebagai jurnalis media online yang harus membuat berita setiap hari tetap kami jalani. “Kami sudah pernah menghadap Kabid kadis kominfo dan tidak ada solusi dengan dalih anggaran di revokusing,” terang nya.

Ipul, menambahkan menurut (RKA) rancangan kerja anggaran daerah, yang tertera dan diitandatangani Padang Priyo Utomo,.S.H dan disahkan oleh dua lembaga eksekutif dan legislatif.

“Untuk biaya publikasi 14 jenis media 10 juta, dengan total 140 juta per tahun, sedangkan Advertorial untuk (Skhu) surat kabar harian umum 400 juta, langganan majalah monev 19 juta. Pembuatan iklan atau impor masi radio 20 juta per tahun dengan syarat 4 kali terbit.

Selanjut nya untuk (SKM) surat kabar mingguan 121 juta, publikasi media online 302 juta, dan belanja jasa penyiaran daerah TV daerah 192 juta, serta jasa publikasi jenis media 192 juta per tahun. Dengan nilai yang di anggarkan dari APBD ini sangat pantastis. Yang mana untuk publikasi media online sebesar 302 juta ke mana anggar itu hilang nya.

“Kami sering menanyakan dana tersebut, tapi jawaban nya ada pemotongan akibat Covid-19 dengan dalih di revokusing. Di sini menunjukan dinas kominfo Lampung Barat, tidak transparan dalam mengelola anggaran yang diperuntukan untuk media, apa bila benar ada pemotongan kami selaku jurnalis media online dan rekan-rekan media layin nya ingintahu pemotang anggaran nya, jangan hanya ucapa saja yang kami dengar.

“Karna anggaran yang diperuntukan untuk media per tahu itu sudah jelas di RKA dan telah disahkan oleh dua lembaga eksekutif dan legislatif. Ini menujukan orang-orang di dinas kominfo kurang profesional dalam bekerja, jadi kami berharap kepada Bupati Lampung Barat, agar orang-orang tersebut secepatnya dapat di ganti.

Mengingat dinas kominfo merupakan corong pemerintah daerah yang juga mitra media untuk menyampaikan hasil tahapan yang di capai, dan yang belum di realisasikan pemerintah daerah terkait program Bupati. “Jangan sampai rekan-rekan media tersakiti ini harapan kami,”tutup nya. (Ipung)